Perkembangan Fisik dan Kognitif Peserta Didik
Perkembangan dan pertumbuhan anak merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami selaku calon pendidik. Banyak para pendidik yang belum memahami perkembangan - perkembangan anak. Sehingga masih ada pendidik yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan anak didiknya. Hal ini akan berakibat adanya ketidakseimbangan antara sistem pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkan anak didik mengikuti sistem pembelajaran yang ada. Dengan mengetahui proses, faktor dan konsep perkembangan anak didik kita akan mudah mengetahui sistem pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan sesuai dengan perkembangan anak didik.
Untuk mengembangkan potensi anak didik dan menciptakan generasi - generasi masa depan yang berkualitas, maka diperlukan adanya pemahaman tentang perkembangan dan pertumbuhan anak didik. Dengan demikian, sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan pertumbuhan peserta didik.
Perkembangan adalah proses perubahan individu yang bersifat dinamis ke arah kesempurnaan secara terus – menerus sejak lahir hingga akhir hayat. Dalam menumbuh kembangkan kualitas peserta didik, yang perlu dilakukan oleh tenaga pendidik adalah mengenali peserta didik dengan sebaik-baiknya. Mengenali di sini diartikan seperti mengenal psikolog anak, bagaimana pribadi si anak, dan bagaimana cara menghadapi watak atau karakteristik anak yang berbeda-beda. Dengan mengenali karakter si anak, maka pendidik akan lebih mudah dalam menyampaikan materi ajar pada si anak. Sehingga anak akan lebih mudah menerima apa yang disampaikan oleh gurunya.
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Dengan kata lain, perkembangan peserta didik adalah proses perubahan peserta didik yang bersifat dinamis dalam menumbuh kembangkan kualitasnya ke arah kesempurnaan.
Peserta didik memiliki potensi yang berbeda. Perbedaan peserta didik terletak dalam pola pikir, daya imajinasi, pengandaian dan hasil karyanya. Akibatnya, proses belajar mengajar perlu dipilih dan dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi secara berkesinambungan guna mengembangkan dan mengoptimalkan kreativitas peserta didik. Untuk itu dalam hal ini, diperlukannya pemahaman dari guru untuk mengetahui keberagaman masing-masing peserta didik melalui strategi dan metode pembelajaran yang tepat untuk peserta didik.
Perkembangan peserta didik secara umum meliputi perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan moral-spiritual, perkembangan emosional, dan perkembangan sosial. Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan tentang perkembangan fisik dan perkembangan kognitif peserta didik. Tujuannya adalah agar kita memahami pentingnya untuk mengembangkan perkembangan fisik dan kognitif agar peserta didik bisa terus berkembang dengan wawasan yang luas dengan kondisi fisik yang sehat.
Dilihat dari segi perkembangan fisik, pada usia sekolah dasar merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual pada saat mana pertumbuhan berkembang pesat. Masa ini sering juga disebut sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. Tetapi, hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa anak usia 5-7 tahun
Perkembangan waktu reaksi lebih lambat dibanding masa kanak-kanak, koordinasi mata berkembang dengan baik, masih belum mengembangkan otot-otot kecil, kesehatan umum relatif tidak stabil dan mudah sakit, rentan dan daya tahan kurang.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa anak usia 8-9 tahun
Terjadi perbaikan koordinasi tubuh, ketahanan tubuh bertambah, anak laki-laki cenderung aktivitas yang ada kontak fisik seperti berkelahi dan bergulat, koordinasi mata dan tangan lebih baik, sistim peredaran darah masih belum kuat, koordinasi otot dan syaraf masih kurang baik. Dari segi psikologi anak wanita lebih maju satu tahun dari lelaki
Karakteristik perkembangan fisik pada masa anak usia 10-11 tahun
Kekuatan anak laki-laki lebih kuat dari wanita, kenaikan tekanan darah dan metabolisme yang tajam. Wanita mulai mengalami kematangan seksual (12 tahun). Lelaki hanya 5% yang mencapai kematangan seksual.
Karakteristik perkembangan fisik pada masa remaja (12-18 tahun)
Pada masa remaja perkembangan fisik yang paling menonjol terdapat pada perkembangan, kekuatan, ketahanan, dan organ seksual. Karakteristik perkembangan fisik pada masa remaja ditandai dengan pertumbuhan berat dan tinggi badan yang cepat, pertumbuhan tanda-tanda seksual primer (kelenjar-kelenjar dan alat-alat kelamin) maupun tanda-tanda seksual sekunder (tumbuh payudara, haid, kumis, dan mimpi basah, dan lainnya), timbulnya hasrat seksual yang tinggi (masa pubertas).
Karakteristik perkembangan fisik pada masa dewasa (>18 tahun)
Kemampuan fisik pada masa dewasa pada setiap individu menjadi sangat bervariasi seiring dengan pertumbuhan fisik. Laki-laki cenderung lebih baik kemampuan fisiknya dan gerakannya lebih terampil. Pertumbuhan ukuran tubuh yang proporsional memberikan kemampuan fisik yang kuat. Pada masa dewasa pertumbuhan mencapai titik maksimal. Pada masa ini pertumbuhan fisik mulai terhenti sehingga hasil dari pertumbuhan ini menentukan kemampuan fisik.
Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek penting dari perkembangan peserta didik yang berkaitan menentukan keberhasilan mereka disekolah. Guru sebagai tenaga kependidikan yang bertanggungjawab melaksanakan interaksi edukasi di dalam kelas, perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang perkembangan kognitif peserta didik. Dengan bekal pemahaman tersebut, guru akan dapat memberikan. Layanan pendidikan atau melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan kognitif peserta didik yang dihadapinya. Perkembangan kognitif dapat dibedakan dengan dua bentuk yaitu :
a. Perkembangan Formal
Yaitu perkembangan fungsi-fungsi pikir atau alat-alat pikir anak untuk dapat menyerap, menimbang, memutuskan, menguraikan, dan lain-lain. Contoh, perkembangan sistematika berpikir, teknik pengambilan keputusan dan lain-lain.
b. Perkembangan Material
Yaitu perkembangan jumlah pengetahuan pikir (knowledge) oleh seseorang untuk dapat memiliki dan dikuasainya contoh, penguasaan tentang angka-angka, pendapat-pendapat, teori-teori dan sebagainya.
Secara keseluruhan perkembangan pikiran dapat diartikan sejalan dengan proses perkembangan pengamatan dan tanggapan anak, maka perkembangan pikiran pun dapat dikategorikan dengan dua tahap :
1. Berpikir dengan kongkret ( dengan objek realis ) sehingga proses berpikir anak harus dirangsang atau di tuntun dengan benda peraga.
2. Berpikir secara simbolis atau sistematis yaitu anak berpikir dengan menggunakan simbol-simbol ( tanda-tanda) maka di sini sudah kenal huruf, angka, skema, simbol-simbol tertentu, dan sebagainya.
Secara sederhana, kemampuan kognitif dapat dialami sebagai kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks secara kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan masalah. Dengan berkembangnya kemampuan kognitif ini akan memudahkan anak menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga anak mampu menjalankan fungsinya dengan wajar dalam interaksinya dengan masyarakat dan lingkungan sehari-hari. Dengan demikian dapat dipahami bahwa perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.
Kesimpulannya adalah perkembangan fisik tiap jenjang berbeda-beda antara usia anak-anak, remaja, dan dewasa, sehingga kita perlu memahami perbedaan itu dan bisa menyesuaikan bagaimana untuk bisa mengembangkan perkembangan fisik sesuai usia peserta didik. Kemudian untuk perkembangan kognitif dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu formal yang menitikberatkan pada fungsi pengetahuan dan material yang menitikberatkan pada jumlah pengetahuan. Dengan terus mengasah kognitif melalui latihan materi atau pemecahan masalah, perkembangan kognitif peserta didik akan meningkat pesat.
Sumber Referensi :
Asih, T. (2018). Perkembangan Tingkat Kognitif Peserta Didik di Kota Metro. Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi, 2(1), 9-17.
I Made Reki. 2014. Perkembangan Peserta Didik. http://imaderekiartawan97.blogspot.com/2016/10/makalah-perkembangan-peserta-didik-made.html?m=1. Diunduh pada tanggal 1 November 2020.
Puspita, D., Calista, W., & Suyadi, S. (2018). Perkembangan Fisik-Motorik Siswa Usia Dasar: Masalah Dan Perkembangannya. JIP (Jurnal Ilmiah PGMI), 4(2), 170-182.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar