PETUALANGAN MENCARI HARTA KARUN
Oleh :
DANKIN
Diceritakan ada 3 orang sahabat yang bernama Berry, Dandy, dan Taufiq. Saat sedang asyiknya berjalan, Taufiq tergelincir karena tidak sengaja menendang sebuah botol. Namun, secara mengejutkan muncul sesuatu dari botol tersebut yang membuat mereka kaget.
"Hahaha... aku ucapkan terima kasih pada kalian yang telah membebaskanku dari botol ini," ucap makhluk yang muncul dari botol tersebut.
"Si...si...siapa kau?" ucap Taufiq dengan nada ketakutan.
"Perkenalkan, aku Jin dari Timur Tengah yang sudah seribu tahun terperangkap dalam botol itu," balas Jin.
"Seribu tahun dalam botol? Hahaha... pantas saja wajahmu sudah keriput," Berry tertawa.
"Betul sekali, badanmu juga seperti botol itu," Taufiq mengikuti.
"Jangan sembarangan. Walaupun aku ini jelek, setidaknya aku Jin terkuat di muka bumi ini," Jin itu berkata dengan sombongnya.
"Penampilanmu sangat meragukan," ada keraguan dalam pikiran Dandy.
"Terserah kalian, setidaknya aku berkata jujur. Berhubung kalian telah membebaskanku dari botol itu, aku akan memberikan kalian sebuah peta yang akan menunjukkan lokasi harta karun berada," Jin itu menjelaskan.
"Apa kau bilang?" mereka bertiga kaget.
"Apa kalian tuli? Aku akan memberikan kalian peta harta karun," Jin itu memberikan peta harta karun kepada mereka.
"Aku sedikit ragu, apakah ini benar-benar peta harta karun?" kata Dandy seolah tidak percaya dengan perkataan Jin.
"Tentu saja itu asli. Aku tidak mungkin berbohong. Percayalah bahwa itu benar-benar peta harta karun," kata Jin itu berusaha jujur.
"Baiklah, aku percaya dengan kata-katamu," Dandy akhirnya percaya.
"Tapi kalian tidak akan mudah mendapatkan harta karun tersebut, karena kalian akan menghadapi beberapa rintangan yang sulit," jelas Jin.
"Sesulit apapun rintangan yang akan dilewati, kami yakin pasti berhasil," ucap Taufiq dengan percaya diri yang tinggi.
"Baiklah, sepertinya aku akan pergi dulu. Semoga kalian berhasil. Selamat tinggal," Jin itu menghilang tiba-tiba dan membuat ketiganya kembali kebingungan.
Keesokan harinya, mereka sudah siap dengan membawa keperluan yang banyak hingga tas mereka terlihat begitu berat. Perjalanan pun dimulai dengan mengikuti denah yang terdapat pada peta tersebut. Tiga jam sudah mereka berjalan. Kini, mereka berada di hutan dan akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sejenak karena sejak awal mereka belum berhenti berjalan.
"Teman-teman, sebaiknya kita istirahat dulu," Dandy berkata dengan napas yang terengah-engah karena kelelahan.
"Ya, sudah. Kita istirahat di bawah pohon itu saja," sahut Taufiq menyetujui.
Akhirnya mereka istirahat makan dan minum yang telah dibawa.
"Berry, kau makan banyak sekali, apa muat dalam perutmu itu," canda Taufiq.
"Tentu saja muat, tenagaku sudah habis karena perjalanan yang lama sekali. Jadi, aku harus mengisi banyak tenaga untuk melanjutkan perjalanan," ketus Berry.
"Cepatlah selesaikan makanmu, perjalanan kita masih cukup jauh, mau berapa lama lagi kita istirahat," ucap Dandy sedikit kesal.
"Siap, kapten!!!" dengan sedikit bercanda Berry menghormat layaknya prajurit.
Akhirnya mereka bertiga selesai istirahat dan melanjutkan perjalanan. Belum lama mereka berjalan, tiba-tiba seekor harimau yang sedang kelaparan muncul di hadapan mereka. Ketiganya pun ketakutan dan memutuskan untuk lari menghindari harimau tersebut. Namun apa yang terjadi? Harimau itu berhasil menangkap Berry yang terjatuh.
"Teman-teman, tolong aku!!!" seru Berry ketakutan.
"Bagaimana ini, kita harus menyelamatkan Berry. Lihatlah harimau itu kelihatan lapar sekali, sepertinya dia akan memangsa Berry," ucap Taufiq kebingungan.
"Kau lihat disana, ada 2 tombak. Kita harus mengambilnya untuk segera melawan harimau tersebut!" kata Dandy menyusun rencana.
"Baik," Taufiq menyetujui.
Dandy dan Taufiq pun mengambil tombak, mereka langsung berusaha melawan harimau tersebut. Harimau itu pun melepaskan Berry dan melawan mereka berdua.
Harimau tersebut langsung berusaha menyerang, tetapi beberapa kali gagal dan untuk kesekiankalinya harimau pun berhasil menjatuhkan Dandy dan langsung mencengkramnya. Taufiq pun segera menyerang dari belakang tetapi harimau tersebut sangat gesit dan menendang Taufiq hingga terjatuh. Harimau tersebut akhirnya bersiap untuk memangsa Dandy. Tiba-tiba dari arah belakang Berry muncul dengan membawa tombak milik Taufiq yang tejatuh. Harimau tersebut tidak sadar, akhirnya tertusuk oleh tombak yang dipegang Berry. Mereka pun selamat dan saling berpelukkan.
"Terima kasih, Berry. Berkat kau, aku selamat dari harimau itu," ucapan terima kasih muncul dari Taufiq.
"Sama-sama, lagipula kalian seperti itu juga karena berusaha menolongku," sahut Berry merasa senang bisa menolong.
"Hebat kau, aku bangga padamu Berry. Ayo kita lanjutkan perjalanan," Taufiq memuji.
"Ayo...!" Berry mengikuti.
Perjalanan dilanjutkan dengan penuh rasa lelah, tapi mereka tetap bersemangat untuk bisa mendapatkan harta karun yang mereka cari.
Mereka tiba di pinggir sungai, menurut peta mereka harus menyeberangi sungai. Mereka kebingungan.
"Bagaimana cara kita menyeberangi sungai, sedangkan kita melewatinya harus menggunakan kendaraan," Berry merasa kebingungan.
Lama berpikir, tiba-tiba muncul seseorang dengan menggunakan perahu dari arah timur. Mereka pun memanggilnya untuk meminta bantuan dengan menumpang perahunya agar mencapai daratan di seberang.
"Pak, kemarilah kami butuh bantuan," ucapan Berry sangat keras sehingga bapak itu mendengar dan langsung mendatangi mereka bertiga.
"Ada perlu apa kalian memanggilku?" tanya bapak itu kebingungan.
"Kami butuh bantuan bapak, supaya kami bisa ke daratan di seberang dengan menumpang perahu bapak. Apa boleh kami menumpang?" tanya Dandy.
"Tentu saja boleh, lagipula itu sangat dekat, jadi tidak masalah bagiku. Baiklah, kalau begitu ayolah naik ke perahu," kata bapak itu membolehkan.
Mereka bertiga naik perahu untuk menuju ke daratan. Tak butuh waktu lama karena jaraknya hanya 20 meter.
"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Maaf juga sudah merepotkan bapak," Dandy mengucapkan terima kasih atas bantuannya.
"Oh, itu tidak masalah. Aku justru senang bisa membantu kalian. Aku pergi dulu. Sampai jumpa," bapak itu merasa senang.
"Sampai jumpa, pak. Hati-hati!" mereka bertiga serempak mengucapkannya.
Bapak itu akhirnya pergi meninggalkan mereka. Tiba saatnya mereka ke tempat yang dituju. Menurut peta, lokasi harta karun hampir sampai. Dengan semangat, mereka melanjutkan berjalanan walaupun terasa lelah tetapi mereka senang karena lokasi yang dituju hampir sampai.
Sampailah mereka ke lokasi yang dituju berdasarkan peta. Mereka pun sangat senang saat mengetahui lokasi yang mereka tuju sudah sampai. Tanda X pada peta menunjukkan kalau harta karunnya di dalam gua. Mereka langsung masuk ke dalam gua itu. Gua itu sangat gelap, sehingga sulit sekali untuk mereka melihat dengan jelas. Untung saja Berry yang membawa banyak barang, sempat membawa senter. Jadi mereka bisa melewatinya tanpa harus menabrak sesuatu yang ada di depan. Mereka terus berjalan. Tak sampai 10 menit, mereka menemukan tanda X di atas tanah.
"Ini dia tanda X yang kita cari," kata Berry bersemangat.
"Benar sekali, ayo kita gali!" ajak Taufiq untuk menggali.
Tanpa menunggu lama, mereka menggali tanah itu dengan alat seadanya. Setelah 15 menit menggali, mereka melihat dengan jelas sebuah kotak yang sepertinya berisi harta karun.
"Akhirnya kita mendapatkan harta karunnya. Cepat kita angkat," perintah Dandy.
"Ayo...!" kata Taufiq menyetujui.
Harta karun diangkat. Mereka terlihat kelelahan karena telah menggali tanahnya cukup lama. Meski begitu mereka senang, ternyata perjuangan tidak sia-sia.
Dibukalah kotak tersebut dan apa yang terjadi. Ternyata yang ada di dalam kotak tersebut memang benar-benar harta karun yang berupa emas batangan maupun yang berbentuk koin dengan jumlah yang sulit untuk dihitung.
"Selesai sudah perjuangan kita mencari harta karun ini," ucap Taufiq merasa senang dengan hasil usaha mereka.
"Tak sia-sia kita mencarinya, ternyata benar apa yang dikatakan Jin waktu itu," lanjut Berry.
"Baiklah, kalau begitu kini saatnya kita pulang membawa harta karun ini," ucap Dandy memerintah untuk membawa harta karun itu ke rumah.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah dengan membawa harta karun yang ditemukan. Mereka mendadak kaya raya dan sangat dermawan kepada penduduk desa.
******TAMAT******
Facebook : Dankin
Twitter : @diamondandy13
Instagram : diamondandy13
Instagram : diamondandy13
LINE : diamondandy13
Email : dandymathematics@gmail.com
Email : dandymathematics@gmail.com
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusSelamat sore, Mas Dandy. Kalau berkenan, saya ingin meminta izin untuk menggunakan cerita "Petualangan Mencari Harta Karun" untuk buku pelajaran bahasa Indonesia. Bolehkah, Mas?
BalasHapusTentu saja boleh,,,,, maaf baru respon,,,,
HapusTerima kasih, Mas.
HapusSama sama
HapusKalau boleh tau, itu untuk buku Bahasa Indonesia kelas berapa ya?
BalasHapusUntuk buku:
HapusMahir Berbahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII (Kur. 2013 Revisi 2016)
Penulis: Tim Edukatif
Penerbit: Erlangga
Pak tolong kasih tau saya apa orientasi, komplikasi, dan resolusi dalam cerita nya pak
BalasHapusMakasih
???
Hapuspak tolong beri tahu ringkasanya
BalasHapusPesan moralnya apa ya
BalasHapusLatarnya apa
BalasHapushutan
HapusLatarnya apa
BalasHapusPetualangan mencari harta karun berry dandy taufik. Watak dan peristiwanya
BalasHapusTuliskanlah tema cerita imajinasi tersebut?
BalasHapusKonjung si urutan waktu sama kata ganti nya yang mana tolong komen sekarang juga yaa
BalasHapusmaaf pak...termasuk jenis teks apakah cerita ini dan siapa saja tokoh2nya
BalasHapusSudut pandangnya apa ya?
BalasHapusTemanya apa y?
BalasHapusTks
BalasHapusKalimat tidak langsung nya apa
BalasHapusKalimat tidak langsung nya apa ya??
BalasHapusDari unsur kebahasaannya teks tersebut sudah memuat semua unsur kebahasaan dari sebuah teks imajinasi. Strukturnya juga jelas. Memuat makna bahwa untuk mendapatkan sesuatu memang butuh perjuangan.
BalasHapusMembuat sinopsis nya apa
BalasHapusMembuat sinopsis nya apa kak
BalasHapus